Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Tenki No Ko dan Sepertinya Sesekali Egois Tidak Masalah

Gambar
  Apakah kau juga kehujanan belakangan ini? Aku tidak tahu apakah musim yang tengah kita alami saat ini. Sebab, rasanya kita cuma punya musim hujan dan hujan sekali; dan terkadang musim panas dan panas sekali. Namun, telah beberapa bulan ini hujan seperti tak sungkan-sungkan untuk menetap. Seolah meminta kita untuk tidak buru-buru, meneduh sebentar, kemudian melanjutkan perjalanan lagi. Lalu, apakah makanan kesukaan tetap seperti dulu? Atau, karena hujan, sudah berubah? Apakah bakso dan mi rebus menjadi begitu menggoda? Atau malah kau lebih sering menyeruput kopi setiap senja? Atau sore, atau petang, yang mana pun yang menurutmu nyaman disebut. Namun, tetap saja entah senja, sore, atau pun petang, rasanya sama saja sekarang; tetap saja mendung. Jadi, apa makanan kesukaanmu saat ini? Sebenarnya aku tidak mau memintamu untuk suka ini atau suka itu. Apakah kau suka bakso atau kau tetap suka ayam geprek di cuaca saat ini, aku tidak masalah. Sebab, aku hanya mau bercerita tentang sesuat...

Belajar Take and Give dari JKT 48

Gambar
JKT 48 adalah sebuah grup idola yang memiliki konsep berbeda dari girlsband  kebanyakan. JKT 48 tidak memiliki anggota tetap. Anggota mereka terdiri dari generasi-generasi yang saat ini sudah generasi kesebelas. Pada generasi pertama mungkin kita mengenal Melodi, Nabila, dan Haruka. Tiap anggota dapat saja keluar dari JKT 48 atau yang disebut dengan graduation.  Lalu, apa yang dapat dipelajari dari situ?  Konsep yang diusung JKT 48 belum pernah ada di Indonesia, walau di negara sumbernya, AKB 48, Jepang, konsep ini lumrah. Terdapat beberapa aturan dasar untuk kita sebagai penggemar. Kita tidak bisa tiba-tiba minta foto ketika bertemu member JKT, sekadar bersalaman pun tidak boleh. JKT 48 memiliki event tersendiri untuk dapat berfoto, yang disebut 2shot, bersalaman atau handshake, dan berbincang atau meet and great. Setiap acara tersebut tentunya tidak gratis, ada kocek yang perlu dikeluarkan. Kenapa, ya, ada orang yang mau mengeluarkan uang untuk hal-hal semac...

Akun Berita di Sosial Media, Patutkah Dipandang?

Setidaknya dalam seminggu terakhir kolom eksplorasi Instagram saya dipenuhi foto dan video dari akun-akun yang mengatasnamakan diri mereka portal berita . Setahu saya sebuah portal berita harus netral, tidak berpihak pada satu sisi, menampilkan berita yang akurat, dan dapat dipercaya. Koreksi jika saya salah. Namun, yang terjadi bukanlah apa yang saya pahami tersebut. Berita yang mereka sajikan, entah hanya salin tempel atau membuat sendiri, terlalu fokus untuk menyerang satu kelompok atau individu. Berita yang sering saya temui adalah berita yang menyerang pihak pemerintah. Terkadang berita yang mereka sebarkan bukanlah hoaks, tapi cara penulisan mereka sangat persuasif untuk membenci pemerintah. Tidak hanya pembenci pemerintah, banyak pula yang menyerang kelompok non-pemerintah. Kedua jenis portal berita ini sama-sama tidak saya sukai. Sayangnya, di media sosial  Instagram, kita tidak bisa melaporkan akun dengan tuduhan penyebaran kebencian, hoaks, atau yang semacamnya. Saat say...