Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerpen

Cerpen: Efek Layar Kaca

Gambar
  Dimuat di Palembang Ekspres edisi 16 dan 17 Juli 2018 Efek Layar kaca Aku mendapat telepon dari teman lama yang tahu dengan masalah keuanganku. Dia bilang dia bisa membantuku, bahkan bisa membuatku masuk tipi. Tidak perlu menunggu lama untuk kepalaku mengangguk-angguk setuju, siapa yang tidak mau mendapat uang plus-plus masuk tipi. Oleh karena itulah sekarang aku ada di sini. Sebuah stasiun televisi nasional yang namanya bukan lagi cuma besar, tapi B-E-S-A-R. Aku duduk di ruang tunggu berpendingin udara, ada pakaian-pakaian bagus di sini, ada kotak makanan dari tempat makan besar. Ada artis, ada perempuan cantik yang sesekali menengok ke ponsel berlogo apel yang dipegangnya, aku tahu itu ponsel mahal. Ada juga kru yang sedari tadi berbicara di depan kami, aku tahu dia kru televisi dari pakaian yang dia pakai. Ada logo stasiun tivi di lengan kanan dan dada kirinya. Sepertinya acara akan dimulai, aku sudah diminta memakai sebuah mikrofon kecil. “Nanti waktu nama Mas dipanggil...

Dilarang Merokok di Ruang Kelas

Gambar
 Cerpen ini pernah dimuat di Majalah Salo Saddang edisi V, 2020. Semua siswa dari kelas X sampai XII berbondong-bondong mendatangi kelas XII IPS 5, mereka semua penasaran dengan plakat yang baru saja dipasang di kelas tersebut. Kelas XII IPS 5 menjadi ramai di setiap jam istirahat dan pulang. Terkadang ada yang mencuri-curi mengintip saat jam pelajaran, tetapi langsung disuruh kembali oleh guru yang melihat.      Orang yang memasang plakat tersebut adalah wali kelas XII IPS 5 sendiri, Pak Yusril. Plakat itu berisi pemberitahuan bahwa siapa pun yang masuk ke dalam kelas dilarang untuk merokok. Tidak lupa juga diberitahukan bahaya-bahaya merokok di dalam plakat tersebut . Merokok menyebabkan kanker, penyakit paru kronik, jantung, stroke, hipertensi, diabetes, gangguan kehamilan dan janin, sampai ke yang paling berbahaya menyebabkan kulit keriput. Siapa juga yang ingin kulitnya keriput sebelum tua? Itu adalah dampak paling mengerikan dari merokok.    ...

MARSINAH BELUM MATI

Gambar
Cerpen ini pernah dimuat di Sumatera Ekspres edisi Sabtu, 15 Desember 2018. Bos perusahaan tambang emas itu langsung pucat saat baru saja datang ke salah satu lokasi tamban gnya . “ Harusnya dia sudah mati …” g umam sang bos . Matanya menatap ke salah satu bawahannya , Marsinah . Satu-satunya wanita yang ber t ugas di tambang itu . Sang bos menatap tajam ke arah tiga ajudan kepercayaannya , mengisyaratkan kepada mereka untuk mendekat . “ Kenapa Bos ?” Tanya salah satu ajudannya yang paling besar dengan sedikit membungkuk . “ Lihat !” Bos menunjuk Marsinah . “ Kenapa dia masih di sini ?” Seolah terkomando , tiga ajudan itu kaget bukan main. “Ti… tidak mungkin ! Kami sudah memastik an kalau dia sudah mati kemarin , ” jawab ajudan kedua yang matanya pecak sebelah dengan gemetar . “ Iya , bahkan sebelum menguburnya di hutan , Bos sudah meihat kan kalau dia sudah mati ?” Ajudan ketiga yang punya be...