Postingan

Menampilkan postingan dengan label katanya

Untuk Si Sepatu Biru Kecil

Entah berapa kali kita bertemu, entah berapa kali aku berpikir untuk menulismu dalam goresanku. Tentang kamu si sepatu biru kecil yang berderet manja dalam rak sepatu di perpustakaan. Aku selalu membayangkan seperti apa pemilik kaki mungil yang masuk ke dalam dua lubang mungil yang kau miliki. Seberapa jauh tinggiku dengannya, seberapa manis lengkung senyum di bibirnya, seberapa tajam dan memikat kedua jernih bola matanya. Namun, saat kamu kutinggalkan, tidak ada yang sama seperti yang aku bayangkan dalam ruangan itu. Entah yang mana pemilikmu. Aku tidak tahu apakah itu kamu yang aku temui atau sepatu modelmu sedang laku di pasaran. Warna biru muda dengan tali putih dan lengkungan merk di sisinya. Yang pasti aku tidak pernah dapat membayangkan pemilikmu secara utuh. Cuma satu demi satu bagian wajah yang bersatu malah membuat bayangan lain. Sepatu biru kecil itu masih bertengger di sebelah sepatu kusamku yang lebih besar. Tidak ada sepatu laki-laki di sekitarmu. Apakah itu artinya kau...

Jadi, Kapan?

Aku pernah mendengar pertanyaan darinya. Tentang bagaimana jika. Pertanyaan yang aku jawab dengan mana mungkin ada. Aku terlalu lama bergelut dalam cerita panjang dengan tokoh berkarakter dia. Sehingga lupa dunia nyata, lupa kalau aksara belum pernah jadi nyata. Dia juga tidak menjelaskan tentang bagaimana jika itu, aku tidak tahu maksudnya. Aku yakin tak ada makna dalam, cuma obrolan pengusir keheningan. Jika memang ada, aku ingin dia. Jika bukan, sudahlah, aku malas berjuang. Hampir tiap malam, tapi tetap tak ada perasaan. Sebegitu kuat dia melapisi hatimu. Berkali-kali aku bilang, tapi kau cuma terseyum marah dan menghilang. Aku jujur, kau biarkan aku tercebur. Jadi tentang pertanyaanmu, bagaimana jika, aku ingin menjawab bagaimana kalau? Tapi kapan jadi kenyataan? Aku cuma berselimut dalam harapan. Harapan yang muncul dalam pikiran dan kenyataan. Bagaimana jikamu, mungkin akan jadi bagaimana kalauku. Lalu, dengan penuh harap di mataku, aku bertanya, "Jadi, kapan?...

Bukan Apa-Apa Bukan untuk Siapa-Siapa

Kau berhasil dapat hatinya Aku berhasil dapat senyumnya Kau berhasil dapat perhatiannya Aku berhasil mengalihkan pikirannya Kau berhasil menggenggam tangannya Aku berhasil menatapnya Kau berhasil memilikinya Aku berhasil mengharapkannya Kau belum berhasil Aku belum gagal Kau tarik semua miliknya Aku tarik semua perasaannya Kau bisa Aku kalau bisa Kau puas mendengar suaranya Aku puas menemani menjelang tidurnya Kau adalah impiannya Aku selalu memimpikannya Dalam bait yang kapan jelas dan singkat Dalam kedip yang buat senyumnya dalam kepala melekat Aku bergumul dengan tiap bahasa dan keinginan bersamanya. Tidak seperti kau yang bergumul dengannya penuh canda tawa Siapa aku? Kau juga belum siapa-siapanya. Masuk dalam jurang yang tak bisa kita panjat. Sama, kita bisa panjat jurang itu. Kita sama-sama terlalu bahagia dalam jurang yang sama. Bedanya, masalah yang kita hadapi beda. Kau dan dia Aku kepadanya Patahkan senyumnya padamu Serahkan itu padaku Kalau bis...

Bukan Apa-Apa

Terkadang aku ingin menulis panjang Tapi, tidur lebih menyenangkan Siapa tahu aku bisa dalam maya bertemakan Denganmu lagi berdua bergandengan

Bukan Untuk Siapa-Siapa

Semua deret sapamu membuktikan Kalau aku muncul, kau sedang kesepian Aku terima itu, tentu tidak terima Sekarang aku coba jauhimu Agar saat kesepianmu, aku tak ada bagimu Tapi, sekarang aku yang sepi Sedang kau dengan dia tertawa haha hihi