Terasa berlebihan saat aku berpikir untuk menulis catatan kali ini. Namun, terserahlah aku tak peduli. Aku cuma ingin mengatakan hal yang mungkin tidak akan pernah aku katakan langsung di depanmu. Kamu adalah kelemahan terbesarku. Entah kenapa ada kesulitan bagiku untuk melawan ucapanmu. Kau harusnya tau, itu bukan candaan. Aku seolah tak bisa bersikap seperti sikapku ke wanita lain. Kamu lebih dari wanita lain. Kamu yang Membuat jantungku berhenti; Kamu yang membuat darahku berdesir lebih kencang; Kamu yang membuat mataku seketika fokus, otakku seketika buram; Kamu yang membuat mulutku mengeluarkan ucapan tidak jelas; Kamu... yang telah mengalihkan langkahku. Kamu adalah kelemahan terbesarku Ada satu hal yang membuatku ingin menjauhimu, tapi puluhan alasan untukku tetap di dekatmu. Kamu sudah membuatku terjatuh terlalu dalam saat kamu sudah terlebih dahulu jatuh dengan yang lain. Aku tak tau apakah kau akan menganggap aku aneh dengan semua kata-kata ini, aku tak peduli. Sep...
Pulang ini hujan lagi. Kau mulai berteduh di warung kopi tua itu. Kau melamun mengingat kenangan yang telah lewat dan tersenyum manis. Setelah itu kau menggerutu kenapa hujan tidak juga usai. Jadi, sebenarnya kau cinta siapa? Hujan memberimu senyum, tapi kau menggerutu. Kemarin sore kau kumpul dengan temanmu. Lalu, panggilan salat memenuhi ruangan. Kau pergi salat berjamaah dengan langkah pasti. Tadi azan ashar bersahut lagi. Kau sendirian di kamar mandi. Ambil handuk, berbasuh, lalu tidur. Jadi, kau cinta siapa? Tuhanmu atau teman-temanmu? Pagi tadi kau pergi dengan mobil ayahmu. Bersama pacar yang sangat sulit kau dapatkan. Senyum lebar kau umbar. Lalu, pulang dan bensinmu habis. Kau salahkan mobil yang kau bilang boros dan tidak bisa diandalkan. Jadi, sebenarnya kau cinta siapa? Bensin mobilmu atau pacarmu itu? Kemarin kau berbincang sampai larut malam di panggilan dengan ponsel mahalmu dan tidur tanpa sadar. Pagi ini kau bilang, "Ah, baru saja isi pulsa....
Cinta itu maya Kalau kau tidak memiliki Cinta itu nyata Kalau kau dia miliki Lalu, maya dan nyata apalah bedanya Ya bedalah. Memang otakmu selutut? Apa cinta memang patut menurunkan keningmu ke lutut? Berusaha penuh agar dia manggut-manggut? Apa bedanya nyata dan maya Kalau akhirnya kau berharap cinta dan berkode di sosial media? Unggah-hapus-unggah-hapus Unggah lagi, dia melihat lalu hapus Sampai kapan? Sampai dia tergugah dan mencintaimu setengah mampus? Selamat! Kau mendapatkan dia Setelah beberapa kali kasih hadiah Lalu apa? Berjalan, telepon sampai larut malam, bikin catatan harian lalu unggah di instagram. Kau dan dia masuk dunia penuh suka dan kabung Setelah beberapa kali putus dan nyambung Kini kau dan dia sudah berasa nyaman Dan rasa percaya sudah tak perlu dipertanyakan Selamat! Akhirnya kalian menikah Punya anak dan berbahagia Kalian namai dia Fenita atau Laksmi Atau mungkin Afranto. Lalu, bagaimana jika dia sudah tolak kau dari awal? Maka, selamat...
Komentar
Posting Komentar