Tenki No Ko dan Sepertinya Sesekali Egois Tidak Masalah
Apakah kau juga kehujanan belakangan ini? Aku tidak tahu apakah musim yang tengah kita alami saat ini. Sebab, rasanya kita cuma punya musim hujan dan hujan sekali; dan terkadang musim panas dan panas sekali. Namun, telah beberapa bulan ini hujan seperti tak sungkan-sungkan untuk menetap. Seolah meminta kita untuk tidak buru-buru, meneduh sebentar, kemudian melanjutkan perjalanan lagi.
Lalu, apakah makanan kesukaan tetap seperti dulu? Atau, karena hujan, sudah berubah? Apakah bakso dan mi rebus menjadi begitu menggoda? Atau malah kau lebih sering menyeruput kopi setiap senja? Atau sore, atau petang, yang mana pun yang menurutmu nyaman disebut. Namun, tetap saja entah senja, sore, atau pun petang, rasanya sama saja sekarang; tetap saja mendung. Jadi, apa makanan kesukaanmu saat ini?
Sebenarnya aku tidak mau memintamu untuk suka ini atau suka itu. Apakah kau suka bakso atau kau tetap suka ayam geprek di cuaca saat ini, aku tidak masalah. Sebab, aku hanya mau bercerita tentang sesuatu yang bisa menemanimu makan. Tentang sebuah film yang rasanya sesuai dengan hujan yang enggan pergi ini. Tenki No Ko.
Iya, judulnya "Tenki No Ko" atau yang punya judul internasional "Weathering With You"; bertahan hidup denganmu. Secara makna memang berarti bertahan hidup denganmu, tetapi secara harfiah artinya adalah mengalami cuaca bersamamu. Sedangkan, tenki no ko sendiri berarti gadis cuaca.
Secara garis besar film animasi asal Jepang ini bercerita tentang seorang pria bernama Morishima yang meninggalkan desanya dan pergi ke Tokyo. Ketika sampai di Tokyo ia bertemu dengan Hina, seorang gadis yang ternyata bisa mengatur cuaca; dialah tenki no ko. Kala itu, Tokyo sedang dilanda musim hujan yang panjang. Hina bersama Morishima bersama menjadi pawang hujan yang dibayar beberapa penyelenggara acara. Kebersamaan itu membuahkan perasaan di antara keduanya. Morishima telah jatuh suka kepada Hina. Beberapa kali Hina berhasil meredakan hujan yang turun, tetapi ternyata ada harga besar yang perlu dibayar atas kemampuan tersebut.
Bagaimanapun, karena Hina adalah gadis cuaca, ia adalah persembahan untuk langit agar cuaca seimbang. Seiring waktu, tubuh Hina menghilang menyerupa air. Hina harus kembali ke langit untuk menyeimbangkan cuaca agar Tokyo tak terus-terusan hujan, agar cuaca cerah bisa kembali lagi.
Selanjutnya, aku akan menceritakan spoiler untuk anime ini. Kamu boleh menonton dahulu animenya, lalu kembali lagi ke sini atau teruskan saja membaca ini. Namun, kau sebenarnya bisa terus membaca tulisan ini karena cerita yang ada di dalam Tenki No Ko akan lebih manis dibandingkan semua tulisan yang membahasnya. Cerita Tenki No Ko tidak hanya bermodalkan kejutan yang terjadi dalam ceritanya, tetapi juga pesan dan perjuangan serta gambar yang memanjakan di dalamnya.
Sudah putuskan mau menonton dahulu atau baca ini saja? Baiklah.
Apa yang akan kau lakukan jika tahu orang yang kau sayangi akan pergi untuk selamanya? Bukan karena cintamu ditolak dan dia berpaling pada lelaki lain, tetapi keadaan yang memaksa kalian untuk berpisah. Kalau kau memaksa untuk bersama, bencana besar akan terjadi. Berlebihan, ya? Namun, itulah yang dialami oleh Morishima. Jika dia memaksa Hina untuk terus bersamanya, hujan akan terus turun entah sampai kapan.
Pilihan mana yang akan kau ambil? Mengesampingkan perasaan cintamu demi kepentingan banyak orang atau tetap memperjuangkan perasaan itu, tetapi orang-orang akan menderita. Bisa saja orang-orang itu adalah orang terdekatmu sendiri. Kau mungkin akan berlakon heroik, merelakan perasaanmu untuk kepentingan banyak orang.
Namun, Morishima tidak. Dia tidak ingin Hina menjadi persembahan langit, dia ingin Hina bersamanya terus. Hal itu terjadi. Hina berhenti mengatur cuaca, tubuhnya berhenti menghilang, langit tak mengambilnya sebagai persembahan, tetapi hujan turun terus-terusan. Bertahun-tahun hujan turun di Tokyo, hingga akhirnya Tokyo tenggelam. Namun, Morishima dan Hina bersama sampai hal lain di luar kuasa mereka memisahkan.
Bagaimana kalau kau bukan Morishima yang berjuang dan bukan juga Hina yang diperjuangkan? Kau hanya orang biasa yang rumanya tenggelam karena dua orang saling mencinta. Kau pasti berpikir kalau Morishima egois sekali, dia hanya memikirkan dirinya sendiri dan tidak memikirkan dampaknya bagi orang lain.
Sekarang, bagaimana kalau kau adalah Morishima yang keinginannya sederhana, dia hanya ingin jatuh cinta dengan sederhana bersama Hina? Bagaimana kalau kau akhirnya bertemu dengan orang yang "dia orangnya"? Apakah kalau ada kesempatan untuk memperjuangkannya, kau mau untuk melepaskannya?
Bagaimana kalau kau lebih mementingkan orang lain dan kemudian bersedih bertahun-tahun karena tak lagi bisa menemukan orang nyaris sempurna yang kau sia-siakan? Kemudian, orang-orang yang kau bela hanya berlalu-lalang biasa saja tidak mengerti seberapa besar kehilanganmu.
Bukankah sesekali egois tidak masalah?
Coba ingat kembali. Seberapa sering kau mengenyampingkan keinginanmu untuk kebahagiaan orang lain? Tidak maukah kau sekali saja bilang, "Tidak, aku mau ini," sekali saja agar kau bahagia? Tidak maukah kau menjelma Morishima dan membiarkan Tokyo tenggelam agar setidaknya sekali ini saja kau menikmati kebahagiaanmu?
Bukankah sesekali egois tidak masalah?
Jadi, apakah kau kehujanan belakangan ini? Tidak apa, mungkin ada seorang yang tengah sesekali egois agar ia bahagia sebab selama ini bahagianya dia berikan untuk orang lain di sekitarnya.

Komentar
Posting Komentar